Nisluf Blog

Ilmu adalah Pengetahuan tetapi Pengetahuan belum tentu menjadi ilmu

Thursday, 24 May 2018

OBATI KESEDIHAN DENGAN DOA DAN TAQARRUB

 

Seringkali kita merasa pesimis dan berputus asa karena apa yang kita usahakan tak pernah berhasil, atau menyerah sebelum mencoba karena berprasangka ini itu, khawatir yang berlebihan dan pikiran negatifpun lebih mendominasi otak kita.

Para pakar psikologi memberikan kode-kode kepada kita akan dampak dari pikiran negatif itu karena bisa jadi apa yang kita pikirkan saat itu akan terjadi dimasa mendatang. Misalnya ketika kita berpikir seperti ini :

"ah... palingan nanti gagal lagi deh!"

"dunia ini kejam dan keras.. penuh dengan kejahatan !"

"aku tidak akan bisa mewujudkan impianku !"

Tahukah sobat para pakar psikologi menegaskan bahwa orang yang selalu memiliki pemikiran seperti diatas maka, dengan sendirinya iya akan mewujudkannya sesuai dengan apa yang ia pikirkan.

Maka, dari itu sobat.. mari kita menata pikiran kita berprasangka baik dengan apa yang akan terjadi, terutama berprasangka baik kepada Allah Ta'ala yang menakdirkan kehidupan kita. Tentu semua yang telah ditakdirkan kepada kita itu berasal dari doa kita, serta apa yang kita telah dan akan kerjakan. Yah... dan jika tak sesuai dengan apa yang telah kita kerjakan bisa jadi hasilnya itu adalah yang terbaik bagi kita.

Dalam hadist Qudsi berikut ini Allah Ta'ala berfirman lewat lisan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap diri-Ku. Dan Aku akan bersamanya (mengabulkan doanya) jika mereka meminta kepada-Ku." (HR. Muslim)

Nah.. bagaimana caranya untuk menghilangkan pikiran negatif dan prasangka-prasangka buruk itu?

Ketahuilah sobat pikiran negatif akan ada selama pikiran positif itu ada, karena memang sudah begitulah adanya, namun manakah yang lebih mendominasi pikiran itu.. apakah negatif atau positifnya..?

Pemikiran negatif dan juga prasangka-prasangka buruk itu hanya bisa diobati  dengan keoptimisan dan berprasangka baik kepada Allah Ta'ala, meskipun kehidupan kita diselimuti dengan berbagai macam cobaan, permasalahan dan kesedihan.

Selalu mensyukuri apa yang ada pada diri kita, tersenyum dan ubahlah pemikiran-pemikiran kita, ubah putus asa menjadi harapan dan doa. Bukankah itu lebih baik ?

JIwa, hati, pikiran kita juga akan semakin kuat jika kita memperkokoh doa kita dan taqarrub kepada Allah Ta'ala. Dialah Yang Maha membolak balikkan keadaan. Jika malam menjadi siang dan siang menjadi makan, tak ada yang tak mungkin bagi-Nya membalikkan keadaan kita dari kesedihan menjadi kegembiraan, kemiskinan menjadi kaya, sulit menjadi mudah, gagal menjadi sukses, sempit menjadi lapang.

Ali bin Abi Thalib berkata, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 

"Doa adalah senjata bagi orang beriman, doa juga merupakan tiang agama, doa juga merupakan cahaya langit dan bumi." (HR. Al-Hakim di dalam Mustadraknya)

Tingkatan doa di depan bencana memiliki tiga kedudukan :

1). bisa jadi doa itu lebih kuat dari bencana, hingga dapat menggalahkannya;

2). doa itu lebih lemah daripada bencana, lalu bencana dapat mengalahkannya;

3). keduanya saling beradu, keduanya saling menjaga orang yang berdoa.

Oleh karena itu, mari kita serius dalam berdoa, memenuhi syaratnya dan rukunnya, menghindari hal-hal yang menyebabkan doa terhalang. Berdoalah dan dekatkan diri kita kepada Allah Ta'ala. Yakinkan diri kita bahwa semua jalan akan terbuka, karena sesungguhnya pertolongan Allah Ta'ala begitu cepat.

Note : Taqarrub berarti pendekatan diri kepada Allah Ta'ala.

Wallahu a'lam..

Sumber bacaan buku :
"Agar Doa Wanita Selalu Didengar Allah". Oleh: Nur Sillaturahmah, Lc. dan Budiman Mustofa, Lc.,M.P.I. Halaman : 35. Penerbit : Cinta (Ziyad Visi Media).

Wednesday, 23 May 2018

TIPS UPDATE BLOG BAGI KALIAN YANG BINGUNG MEMILIH TOPIK

 

 Waaaaah.. ini dia hal yang terkadang terlihat mudah bila hanya dilihat saja... wkwkkwk  yaaah.. menjadi seorang blogger tentu menuntut kita untuk mencari lagi dan lagi sesuatu yang baru untuk di posting bukan?

Sehari update eeee besoknya bingung mau update lagi, sayapun seperti itu setiap hari ngupdate blog tapi ada waktu dimana saya berhenti sejenak, eiiits bukan hanya sejenak sih tapi beberapa hari gara-gara kecedot informasi. Dulunya suka asalan update aja walaupun sampai sekarang sih hohoho...

Tapiiii... sejak mengetahui bahwa apa yang ditulis akan menjadi tanggungjawab pribadi maka bertahap saya mulai kembali berfikir untuk tidak asal-asalan update. Hmmmmmm.... bagaimana dengan kalian sobat?

Awal menulis blog rencananya memang blog ini adalah blog bebas tanpa menentukan hal-hal spesifik tentang topik yang akan dibahas misalnya nih blog ini hanya saya buat untuk mengupdate tentang "teknologi", atau "percintaan". uuuuch,,, itukan bawa-bawa cinta-cintaan lagi.. >.< stoop stoopp.. Tapi, karena saya orangnya yaaah bisa dibilang banyak maunya hohoho  jadi saya buat blog ini BEBAS untuk posting apa saja.

Nah.. langsung saja nih ke inti sesuai judul postingan saya diatas. Banyak yang bertanya sih bagaimana caranya untuk bisa update tiap hari? yaaah berikut jawabannya :D

1. Membaca Buku

ooooooooh NOOOOO............hal yang membuat kita merasa malas, bukan? .. hihii baru liat sampul aja udah ngantuk , apalagi bukunya tebal.. dan hanya kata-kata tanpa ada gambar-gambar yang dapat membangkitkan hasrat kita untuk membacanya. hohoho..

Hayoooo diantara kalian ada yang seperti itu?? jika iya.. maka yaaah saya harus mengiyakannya juga karena terkadang saya juga seperti itu sih ehehhee tapi bagi kalian yang sudah terbiasa dengan buku pasti akan hampa dan gelisah deh sehari kayak setahun gitu (kayak pacar aja) jika tak melihat buku dihadapan pelupuk mata? hihihi 

Dengan membaca buku kalian akan mendapatkan ide untuk menemukan topik apa yang akan kalian update hari ini
.
2. Nonton TV

waaah... ini nih bagi kalian yang sukanya di depan TV nonton drama,, gosip-gosip de el el...  baiknya sempetin waktu dikit aja untuk nonton berita juga tapi jangan langsung menarik kesimpulan dari berita itu. karena seperti yang kita tau media sosial terkadang hanya sengaja dibuat untuk menarik penonton jika tidak di lebih lebihkan. 

Oleh karena itu, saya menyarankan agar mencari informasi lebih lanjut tentang topik yan ingin kamu update.

3. Nonton Film

ngaku yah.. siapa disini yang ngak suka nonton film ? hihihi  mungkin ada diantara kita yang ngak suka sama film yah.. eeee selain ada film juga ada sinetron wkwkkw...   

uuuccchh... intinya film atau sinetron yang kalian nonton coba aja ambil sesuatu yang menarik, karena terkadang film dan sinetron mengambil kisah dari kehidupan nyata.

4. Nonton Anime

kesukaan saya nih.. kebanyakan dapat motivasi dari berbagai anime yang saya tonton.. huuuuft pokoknya ide saya muncul sendiri ketika nonton anime.

5. Status Teman di Media Sosial

Media sosial??? yaaaah... banyak status-status yang berterbaran mulai dari FB, WA, Instagram, Line.. de el el...  ini bisa membantu kita menemukan topik yang bagus untuk di posting loh..

Sekian dari saya... semoga 5 Tips diatas bisa membantu sobat-sobat menemukan topik update ta setiap hari untuk di posting di blog kalian yah... 

selamat mencoba, dan semoga sukses.. >.< salam blogger..


Wallahu a'lam..

Sumber gambar : yourstory.com

SEBUAH ALASAN


Ohiya rangkaian kata yang tertulis dibawah ini bukan sebuah lirik lagu, atau puisi yang bermakna... itu hanya kata-kata yang terlintas dalam pikiran dan hatiku.

Jangan terlalu serius jika tak sanggup untuk percaya pada diri sendiri. Jadi, harus bagaimana? tentu tanyakan pada dirimu sendiri bukan bertanya kepadaku.

Semoga hari-hari kalian semua menyenangkan.. tentu rasa senang itu ada karena alasan bukan? begitu juga dengan sedih dan sebagainya. Cukupkan itu...

:) salam manis dariku untuk kalian yang telah meluangkan waktu membaca apa yang tak seharusnya kalian baca. soalnya saya khawatir kalian baper ehhehe....


Kita ada karena sebuah alasan
tentu alasan yang bisa membuat kita mengerti
tak hanya mengerti tentang alasan itu
tentu kita akan belajar darinya.

Ujian adalah cobaan keimanan
bagi mereka yang mempercayai adanya Tuhan
bagaimana dengan mereka yang tak mempercayai
apa yang mereka pikirkan?

aaah.. jika kalian bertanya kepadaku
aku akan melangkah untuk bertanya kembali
tidak.. bukan untuk bertanya dengan pertanyaan yang sama
ini berbeda karena setiap yang memahami akan memiliki alasan yang berbeda

Diujung jalan sembari menunggu jawaban
tapi tak ada yang menjawabku
apa yang harus aku lakukan?
apakah aku harus percaya dengan alasan yang ada saat ini?

waaaah.. aku bingung sekarang
berjalan tanpa peta
layaknya dora dengan peta uniknya
begitulah hidup..

tentu saja hidup penuh dengan alasan
bahkan dirimu ada karena alasan tertentu
semua akan tergantung dari apa yang kau pahami
bukan memahami ku tapi memahami apa yang telah kau pahanmi saat ini.


by : me

Wallahu a'lam..

KARAKTERISTIK PASAR MODAL SYARIAH


Menurut Metwally sebagaimana dikutip oleh Agustianto, bahwa dalam rangka membentuk pasar modal syariah diperlukan beberapa karakteristik. Karakteristik-karakteristik tersebut adalah: 

a) Semua saham harus diperjualbelikan pada bursa efek; 

b) Bursa perlu mempersiapkan pasca perdagangan dimana saham dapat diperjualbelikan melalui pialang;

 c) Semua perusahaan yang sahamnya dapat diperjualbelikan di bursa efek diminta menyampaikan informasi tentang perhitungan (account) keuntungan dan kerugian serta neraca keuntungan kepada komite manajemen bursa efek dengan jarak tidak lebih dari 3 bulan; 

d) Komite manajemen menerapkan harga saham tertinggi (HST) tiap-tiap  perusahaan dengan interval tidak lebih dari 3 bulan sekali; 

e) Saham tidak boleh diperjual belikan dengan harga lebih tinggi dari HST; f) Saham dapat dijual dengan harga dibawah HST. HST ditetapkan dengan rumus sebagai berikut (Huda dan Nasution, 2007: 176):

               Jumlah Kekayaan Bersih Perusahaan
HST    =    
                  Jumlah Saham yang diterbitkan 

g) Komite manajemen harus memastikan bahwa semua perusahaan yang terlibat dalam bursa efek itu
mengikuti standar akuntansi syariah;

 h) Perdagangan saham mestinya hanya berlangsung dalam satu minggu periode perdagangan setelah menentukan HST;

 i) Perusahaan hanya dapat menerbitkan saham baru dalam periode perdagangan, dan dengan harga HST.

 Sumber :

"Konsep Pasar Modal Syariah ." Oleh : Akhmad Faozan. Halaman : 14. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto. afa_ozan@yahoo.com

Daftar Pustaka :

Abdullah, Al-Mushlih dan Shalah Al-Shawi. 2004. Fikih Ekonomi Keungan Islam. Terj. Abu Umar Basyir. Jakarta: Darul Haq.

Az-Zuhaili, Wahbah. tt. Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu.Vol. VII. Damascus: Dar Al Fikr.

Achsin, Iggi H. 2000. Investasi Syariah di Pasar Modal Menggagas Konsep dan Praktek Manajemen  Portofolio Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Baridwan, Anis. 2007. "Kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah", makalah disampaikan pada  Seminar Strategic Mapping of Islamic System in Indonesia Outlook 2008 dan Launching Jurnal FE UGM Yogyakarta, 17 Desember 2007.

Haroen, Nasrun. 2000. Perdagangan Saham di Bursa Efek Tinjauan Hukum Islam. Jakarta: Yayasan
Kalimah.

Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. 2006. Diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Bank  Indonesia.

Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution. 2007. Investasi pada pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana  Prenada Group.

Jurnal Ekonomi Syariah, Muamalah, Vol. 4, 17 Januari 2007.

Kasmir. 2004. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Lubis, Suhrawardi K. Hukum Ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Muhammad. 2004. Dasar-Dasar Keuangan Islami. Yogyakarta: Ekonosia.

Rivai, Veithzal dkk, Bank and Financial Institution Management Conventional & Sharia System,   Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sholahuddin. 2006. Lembaga Ekonomi dan Keuangan Islam, Surakarta: Muhammadiyah University
Press.

Sudarsono, Heri. 2007. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi, Yogyakarta:  Ekonosia.

Tim Pelaksana Kajian. 2006. Pasar Keuangan Syariah: Struktur, Instrumen dan Akad, Jakarta:  Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia.

Tim Penulis, Ed. Jusmaliani. 2008. Investasi Syariah Implementasi Konsep pada Kenyataan Empirik.  Yogyakarta: Kreasi Wacana.

www.eForexs.com

www.pesantrenvirtual.com

Wallahu a'lam

MENENTUKAN HARGA SAHAM


Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung harga saham suatu perusahaan. Kedua pendekatan tersebut adalah (Huda dan Nasution, 2007: 175-176):
 
a. Pendekatan deviden

Deviden merupakan sebagian dari keuntungan yang dibagikan kepada para pemegang saham. Bagi investor, jumlah rupiah yang diterima dari pembayaran deviden resikonya lebih kecil dari capital gain. Deviden adalah pendapatan yang dapat diperkirakan sebelumnya, sedangkan capital gain sulit diperkirakan. Harga saham dapat diketahui dengan menghitung nilai sekarang (present value) dari proyeksi deviden yang akan diterima investor.  

Pembayaran deviden yang tinggi akan menimbulkan adanya anggapan bahwa perusahaan emiten mempunyai prospek keuntungan yang baik. Demikian pula sebaliknya, penurunan pembayaran deviden dianggap sebagai penurunan tingkat keuntungannya. Naik turunnya harga saham kemudian cenderung ditentukan naik turunnya besarnya deviden yang dibayarkan. 

b. Pendekatan Price Earning Ratio (PER)
 
PER adalah ratio antara harga berbanding proyeksi keuntuangn persaham. PER menggambarkan  kesediaan investor membayar suatu jumlah untuk setiap rupiah perolehan laba perusahaan. PER sering digunakan oleh para analis sekuritas untuk menialai harga saham dan penjamin emisi efek guna menentukan harga saham di pasar perdana dengan cara mengalikan PER industri sejenis yang berlaku di pasar sekunder dengan proyeksi laba bersih pertahun.
 
Di sisi lain, keputusan kapan saham dijual dan dibeli ditentukan oleh perbandingan antara nilainya dengan harga pasarnya (Huda dan Nasution, 2007: 176): a) Jika harga saham lebih kecil dari nilainya, maka saham tersebut harus dibeli dan ditahan (buy and hold) dengan tujuan untuk memperoleh capital gain pada saat harga mengalami kanaikan kembali di kemudian hari;

b) Jika harga saham sama dengan nilainya, maka saham tersebut dalam kondisi keseimbangan. Apabila bila harga saham lebih besar dari nilainya, makaa saham tersebut harus dijual untuk menghindari kerugian. Karena, harganya di kemudian hari akan turun menyesuaikan dengan nilainya; 

c) Dalam kondisi di mana Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari cost of capital, maka nilai saham akan maksimal karena ada sebagian laba ditahan yang kemudian diinvestasikan kembali. Dengan demikian, terdapat peluang untuk mendapatkan deviden yang lebih besar di masa yang akan datang; 

d) Apabila dalam kondisi decling firm, maka penginvestasian kembali pada tahun pertama akan menurunkan nilai saham. Saham perusahaan yang sedang merosot sangat riskan untuk dimiliki dengan strategi buy and hold;

 e) Jika tingkat imbalan hasil yang diharapkan menjadi pertimbangan utama investor, maka ia harus menetapkan terlebih dahulu hasil yang diharapkan. Kemudian, ia baru menghitung pada harga berapa saham tersebut layak dibeli; 

f) Apabila harga saham menjadi pertimbangan utama, maka investor harus berangkat dari harga yang layak dibeli. Kemudian, ia menghitung tingkatan imbalan hasil yang diharapkan.
 
Ketentuan-ketentuan di atas tentang kapan suatu saham harus dibeli atau dijual, kelihatannya mudah diapahami namun sulit diterapkan. Kesulitannya adalah terletak pada menentukan nilai saham yang bersangkutan.  

Di hari-hari crash, beta (resiko) mengalami peningkatan tanpa dibarengi dengan harapan keuntungan yang proporsional. Dalam hal ini terdapat beberapa faktor eskternal yang bersifat khusus yang mempengaruhi terhadap perkembangan harga saham. Faktor-faktor ekternal tersebut antara lain adalah: 

a) Kebijakan pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga SBI; 

b) Naik turunnya suku bunga overright; 

c) Pergerakan mata uang Rupiah atau Dollar Amerika Serikat;

 d) Bertiupnya sentimen-sentimen negatif yang mempengaruhi pasar; 

e) Rasionalitas investor dalam menghubungkan kinerja fundamental perusahaan emiten dengan expected return dari pembelian sahamnya. 

Sumber :

"Konsep Pasar Modal Syariah ." Oleh : Akhmad Faozan. Halaman : 14-16. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto. afa_ozan@yahoo.com 

Daftar Pustaka :

Abdullah, Al-Mushlih dan Shalah Al-Shawi. 2004. Fikih Ekonomi Keungan Islam. Terj. Abu Umar Basyir. Jakarta: Darul Haq.

Az-Zuhaili, Wahbah. tt. Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu.Vol. VII. Damascus: Dar Al Fikr.

Achsin, Iggi H. 2000. Investasi Syariah di Pasar Modal Menggagas Konsep dan Praktek Manajemen  Portofolio Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Baridwan, Anis. 2007. "Kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah", makalah disampaikan pada  Seminar Strategic Mapping of Islamic System in Indonesia Outlook 2008 dan Launching Jurnal FE UGM Yogyakarta, 17 Desember 2007.

Haroen, Nasrun. 2000. Perdagangan Saham di Bursa Efek Tinjauan Hukum Islam. Jakarta: Yayasan
Kalimah.

Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. 2006. Diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Bank  Indonesia.

Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution. 2007. Investasi pada pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana  Prenada Group.

Jurnal Ekonomi Syariah, Muamalah, Vol. 4, 17 Januari 2007.

Kasmir. 2004. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Lubis, Suhrawardi K. Hukum Ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Muhammad. 2004. Dasar-Dasar Keuangan Islami. Yogyakarta: Ekonosia.

Rivai, Veithzal dkk, Bank and Financial Institution Management Conventional & Sharia System,   Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sholahuddin. 2006. Lembaga Ekonomi dan Keuangan Islam, Surakarta: Muhammadiyah University
Press.

Sudarsono, Heri. 2007. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi, Yogyakarta:  Ekonosia.

Tim Pelaksana Kajian. 2006. Pasar Keuangan Syariah: Struktur, Instrumen dan Akad, Jakarta:  Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia.

Tim Penulis, Ed. Jusmaliani. 2008. Investasi Syariah Implementasi Konsep pada Kenyataan Empirik.  Yogyakarta: Kreasi Wacana.

www.eForexs.com

www.pesantrenvirtual.com 

Wallahu a'lam

PERBEDAAN ANTARA INVESTOR DAN SPEKULAN


Sebagai institusi keuangan, pasar modal tidak terlepas dari berbagai kelemahan dan kekurangan yang
salah satunya adalah tindakan spekulasi. Para investor selalu memperhatikan perubahan pasar, membuat berbagai analisis dan perhitungan, serta mengambil tindakan spekulasi di dalam pembelian maupun penjualan saham. Aktivitas inilah yang membuat pasar tetap aktif. Tetapi, aktivitas ini tidak selamanya menguntungkan, terutama ketika hal ini menyebabkan depresi besar. 

Dalam pasar modal, dibedakan antara spekulan dengan pelaku bisnis (investor) dari derajat ketidakpastian yang dihadapinya. Untuk itu perlu dilihat dahulu karakter dari masing-masing  investasidan spekulasi: 

a) Investor di pasar modal adalah pihak yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana untuk  berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang diyakininya baik dan menguntungkan, bukan untuk tujuan mencari capital gain melalui short selling. Mereka mendasari keputusan investasinya pada informasi yang terpercaya tentang faktor-faktor fundamental ekonomi dan perusahaan itu sendiri melalui kajian yang seksama. Sementara spekulan bertujuan untuk mendapatkan capital gain yang biasanya dilakukan dengan upaya goreng menggoreng saham.

b) Spekulasi sesungguhnya bukan merupakan investasi, meskipun di antara keduanya ada kemiripan. Perbedaan yang sangat mendasar di antara keduanya terletak pada spirit yang menjiwainya, bukan pada bentuknya. Para spekulan membeli sekuritas untuk mendapatkan keuntungan dengan menjualnya kembali secara short term. Sedangkan para investor membeli sekuritas dengan tujuan untuk berpartisipasi secara langsung dalam bisnis yang lazimnya bersifat long term.

c) Spekulasi  adalah kegiatan game of chance sedangkan bisnis adalah game of skill. Seorang dianggap melakukan kegiatan spekulatif apabila ia ditenggarai memiliki motif memanfaatkan ketidakpastian untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. Dengan karakteristik di atas, maka investor yang terjun di pasar perdana dengan motivasi mendapatkan capital gain semata-mata ketika saham dilepas di pasar sekunder, bisa masuk ke dalam golongan spekulan.

d) Spekulasi telah meningkatkan unearned income bagi sekelompok orang dalam masyarakat, tanpa mereka memberikan kontribusi apapun, baik yang bersifat positif maupun produktif. Bahkan, mereka telah mengambil keuntungan di atas biaya masyarakat yang bagaimanapun juga sangat sulit untuk bisa dibenarkan secara ekonomi, sosial, maupun moral.
 
e) Spekulasi merupakan sumber penyebab terjadinya krisis keuangan. Fakta menunjukkan bahwa aktivitas para spekulan inilah yang menimbulkan krisis di Wall Street tahun 1929 yang mengakibatkan depresi yang luar biasa bagi perekonomian dunia di tahun 1930-an. Begitu pula dengan devaluasi poundsterling tahun 1967, maupun krisis mata uang franc di tahun 1969. Ini hanyalah sebagian contoh saja. Bahkan hingga saat ini, otoritas moneter maupun para ahli keuangan selalu disibukkan untuk mengambil langkah-langkah guna mengantisipasi tindakan dan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh para spekulan.

f) Spekulasi adalah outcome dari sikap mental ingin cepat kaya. Jika seseorang telah terjebak pada sikap mental ini, maka ia akan berusaha dengan menghalalkan segala macam cara tanpa mempedulikan rambu-rambu agama dan etika.   Oleh karena itu, spekulasi hakekatnya bukan investasi karena berangkat dari mental yang ingin cepat kaya dan untung-untungan. Spekulasi memang menyebabkan peningkatan pendapatan sekelompok masyarakat, tetapi tidak memberikan kontribusi yang produktif dan positif. Selain itu, spekulasi juga dapat menyebabkan krisis keuangan sebagaimana disebutkan di atas (Sholahuddin, 2006: 165).

Di sisi lain, ajaran Islam secara tegas melarang tindakan spekulasi ini, sebab  secara diametral bertentangan dengan nilai-nilai illahiyah dan insaniyyah. Spekulasi dilarang bukan karena ketidakpastian yang ada dihadapannya, melainkan tujuan atau niat  dan cara orang mempergunakan ketidakpastian tersebut. Manakala Ia meninggalkan sense of responsibility dan rule of lawnya untuk memperoleh keuntungan semata dari adanya ketidakpastian, itulah yang dilarang dalam konsep gharar dan maysir dalam Islam. Gharar dan maysir sendiri adalah konsep yang sangat berkaitan dengan mudharat, negative result, atau bahaya (hazard).

Di pasar modal, larangan syariah di atas mesti diimplementasikan dalam bentuk aturan main yang mencegah praktek spekulasi, riba, gharar dan maysir. Salah satunya adalah dengan menetapkan minimum holding period atau jangka waktu memegang saham minimum. Dengan aturan ini, saham tidak bisa diperjualkan setiap saat, sehingga meredam motivasi mencar untung dari pergerakan harga saham semata. 

Masalahnya, berapa lama minimum holding period yang wajar. Pembatasan itu memang meredam spekulasi, akan tetapi juga membuat investasi di pasar modal menjadi tidak likuid. Padahal bukan tidak mungkin seorang investor yang rasional betul-betul membutuhkan likuiditas mendadak.  Sehingga, ia harus mencairkan saham yang dipeganya dan ia terhalang karena belum lewat masa minimum holding periodnya. 

Metwally, seorang pakar ekonomi Islam dan modelling economics mengusulkan minum holding period setidaknya satu pekan. Selain itu Ia juga memandang perlu adanya celling price berdasarkan nilai pasar perusahaan. Lebih lanjut Akram Khan melengkapi, untuk mencegah spekulasi di pasar modal maka jual beli saham harus diikuti dengan serah terima bukti kepemilikan fisik saham yang diperjual belikan. Mengenai kekhawatiran bahwa penjualan saham di tengah masa usaha, akan menimbulkan kemungkinan gharar, seperti halnya jual beli ikan di dalam laut, hal ini dapat diatasi dengan praktek akuntasi modern dan adanya kewajiban disclosure laporan keuangan kepada pemilik
saham. 

Dengan berbagai model penilaian modern saat ini, investor dan pasar modal secara luas akan dapat memiliki pengetahuan tentang nilai sebuah perusahaan. Sehingga, saham-saham dapat diperjual belikan secara wajar dengan harga pasar yang rasional. Dalam hal ini, market value tampaknya lebih mencerminkan nilai yang lebih wajar dibandingkan dengan book value. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa sekuritas-sekuritas dapat diperjual belikan dengan menggunakan mekanisme pasar sebagai penentu harga. Sehingga, capital gain maupun profit sharing dari dividen dapat diperoleh.

Larangan syariah terhadap praktek-prektek spekulasi di atas, harus dimplementasikan dalam bentuk aturan main untuk mencegah praktik spekulasi, riba dan gharar. Bentuk-bentuk aturan tersebut adalah (Huda dan Nasution, 2007: 78): 

a) Menetapkan minimum holding period (jangka waktu memegang saham minimum)  Dengan aturan ini, maka saham tidak bisa diperjualbelikan setiap saat. Sehingga, hal ini dapat meredam motivasi mencari untung dari pergerakan harga saham semata. Masalahnya adalah berapa lama minimum holding period yang masuk akal? Pembatasan ini memang meredam spekulasi, akan tetapi juga membuat pasar modal menjadi tidak luquid. Padahal bukan tidak mungkin seorang investor yang rasional betul-betul membutuhkan luquiditas mendadak. Selanjutnya, ia harus mencairkan saham yang ia pegang, sedangkan ia terhalang belum lewat masa minimum holding periodnya. Menurut Metwally yang diungkapkan oleh Nurul Huda, mengusulkan masa tersebut adalah satu pekan.  

b) Perlu adanya celling price (harga tertinggi) berdasarkan nilai pasar perusahaan.

c) Jual beli saham harus diikuti dengan serah terima bukti fisik kepemilikan saham yang diperjual belikan .

Wallahu a'lam

Sumber :

"Konsep Pasar Modal Syariah".  Oleh :Akhmad Faozan.  Halaman: 16-19. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto. afa_ozan@yahoo.com

Daftar Pustaka :

Abdullah, Al-Mushlih dan Shalah Al-Shawi. 2004. Fikih Ekonomi Keungan Islam. Terj. Abu Umar Basyir. Jakarta: Darul Haq.

Az-Zuhaili, Wahbah. tt. Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu.Vol. VII. Damascus: Dar Al Fikr.

Achsin, Iggi H. 2000. Investasi Syariah di Pasar Modal Menggagas Konsep dan Praktek Manajemen  Portofolio Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Baridwan, Anis. 2007. "Kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah", makalah disampaikan pada  Seminar Strategic Mapping of Islamic System in Indonesia Outlook 2008 dan Launching Jurnal FE UGM Yogyakarta, 17 Desember 2007.

Haroen, Nasrun. 2000. Perdagangan Saham di Bursa Efek Tinjauan Hukum Islam. Jakarta: Yayasan
Kalimah.

Himpunan Fatwa Dewan Syariah Nasional. 2006. Diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Bank  Indonesia.

Huda, Nurul dan Mustafa Edwin Nasution. 2007. Investasi pada pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana  Prenada Group.

Jurnal Ekonomi Syariah, Muamalah, Vol. 4, 17 Januari 2007.

Kasmir. 2004. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Lubis, Suhrawardi K. Hukum Ekonomi Islam. Jakarta: Sinar Grafika, 2004.

Muhammad. 2004. Dasar-Dasar Keuangan Islami. Yogyakarta: Ekonosia.

Rivai, Veithzal dkk, Bank and Financial Institution Management Conventional & Sharia System,   Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sholahuddin. 2006. Lembaga Ekonomi dan Keuangan Islam, Surakarta: Muhammadiyah University
Press.

Sudarsono, Heri. 2007. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi dan Ilustrasi, Yogyakarta:  Ekonosia.

Tim Pelaksana Kajian. 2006. Pasar Keuangan Syariah: Struktur, Instrumen dan Akad, Jakarta:  Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia.

Tim Penulis, Ed. Jusmaliani. 2008. Investasi Syariah Implementasi Konsep pada Kenyataan Empirik.  Yogyakarta: Kreasi Wacana.

www.eForexs.com

www.pesantrenvirtual.com

Tuesday, 22 May 2018

CEPAT ATASI RASA IRI HATI, SOMBONG, DENGKI, UJUB MU DENGAN DOA INI !!


 Terkadang tanpa kita sadari penyakit iri hati, sombong, dengki, ujub sudah ada dalam diri kita. Tahukah sobat bahwa  penyakit ini sudah ada sejak keturunan manusia pertama yaitu ketika Qabil iri kepada saudaranya yang mendapat istri lebih cantik dari dirinya, hingga Qabil membunuh saudaranya sendiri, Habil.

Sangat berbahaya bukan? bahkan iri hati bisa sampai membunuh saudara sendiri. Tentu saja berakhir dengan penyesalan. Maka dari itu, kita harus belajar dari kisah diatas.

Hati merupakan bagian terpenting dari diri kita. Jika hati kita baik maka, semua amal kita akan baik. Jika hati kita buruk maka, seluruh amal kita akan buruk.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Bahwa dalam diri setiap manusia terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baik pula seluruh amalnya, dan apabila ia itu rusak maka rusak pula seluruh perbuatannya. Gumpalan daging itu adalah hati." (HR. Imam Al-Bukhari)

Dari hadist diatas kita bisa memahami bahwa hal yang paling penting dalam menjaga amal kita adalah hati kita sendiri.

Bagaimana cara mendeteksi bahwa hati kita sedang sakit?

"Orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya yang telah ada dan mereka mati dalam keadaan kafir.” [At Taubah 125]

Hati yang sedang sakit akan sulit menerima kebenaran, memiliki sifat sombong, riya', dengki, iri hati, ujub ( kagum dengan diri sendiri), dll.

Sudahkah kita mendeteksi sendiri apakah hati yang miliki sudah bebas dari penyakit hati? sadar tidak sadar setiap manusia memiliki penyakit hati. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita harus mengatasinya sebelum ajal kita menjemput.

Dalam Islam ada 4 cara untuk mencegah atau mengobati penyakit hati :

1).  Berdoa

Tentu saja perasaan iri hati sangatlah manusiawi. Oleh sebab itu, berdoalah meminta ampun kepada Allah Ta'ala agar menolong kita dari penyakit iri hati dan lainnya. Jangan sampai mendoakan keburukan bagi orang lain. Berdoalah dengan berharap hanya kepada Allah Ta'ala agar memberikan kita kesabaran, petunjuk, dan hidayah. Sehingga kita akan lebih bersyukur dari apa yang kita miliki sekarang ini.

Doa Menghindari Sifat Dengki

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

Robbanagh firlanaa wa li ikhwaninaladziinaa sabaquuna bil iimaan wa laa taj’al fii qulubiinaa ghillan lil ladzinaa aamanu robbanaa rouufur roohiim

Artinya :
"Ya Allah, ampunilah dosa‐dosa kami dan dosa‐dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang‐orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS. Al‐Hasyr: 10)

2). Bersyukur

Nah, tentu saja dengan melihat apa yang kita miliki saat ini tidak harus kita keluhkan, tapi sebaliknya kita harus mensyukurinya. Karena bisa jadi apa yang diperoleh orang yang membuat kita iri itu memang baik untuknya, dan tidak baik untuk diri kita.

Ingatlah bahwa bersyukur akan membuat kita jauh lebih menikmati hidup ini. InsyaAllah.

3). Berserah diri

Hal yang paling utama adalah berserah diri, menyerahkan segalanya kepada takdir Allah Ta'ala. Berserah diri bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Bukan berarti berputus apa. Tapi berserah diri, kita melakukan apapun semampu kita dan serahkan hasilnya kepada Allah Ta'ala. Karena Allah Ta'ala yang lebih tau apa yang terbaik bagi hamba-hambaNya.

4). Segala sesuatu adalah ujian

Penting untuk kita sadari ketika kita merasa iri hati kepada seseorang bisa jadi hati kita sedang di uji. Apakah kita sudah bersyukur, atau malah berkeluh kesah atas nikmat yang telah Allah Ta'ala berikan kepada kita. Maka, mohon ampunlah ketika mendapati diri kita memiliki rasa iri hati kepada saudara kita.

Demikian, Semoga panyakit hati yang sering menjangkiti hati-hati kita dihapuskan dan diganti dengan rasa syukur dan selalu ingat kepada Tuhan yang telah menciptakan diri kita. Aamiin..

Wallahu a'lam...

Sumber bacaan :

Berbagai artikel Islami